Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

Kenali Tanda-tanda Anak Siap Toilet Training

Kenali Tanda-tanda Anak Siap Toilet Training


Tanda anak siap toilet training
Melatih anak toilet training memang butuh waktu dan kesiapan dari anak. Kita tidak boleh memaksa dan terburu-buru mengajarkannya. Memaksa anak harus sudah bisa buang air kecil sendiri di usia 2 tahun membuatnya stres dan justru malah tidak mau buang air kecil sendiri.

Proses toilet training menjadi tantangan bagi orang tua dalam proses tumbuh kembangnya. Butuh ketelatenan dan kesabaran karena anak belum tentu siap. Apa saja sih tandanya kalau anak sudah siap dan cara kita melatihnya agar anak bisa siap tanpa merasa terpaksa? Yuk, simak sampai akhir ya.


3 Tanda Kesiapan Anak Toilet Training

Kesiapan anak tidak bisa dilihat dari satu aspek saja. Psikolog anak Belinda Gustya membaginya kedalam 3 aspek. 

Kita lihat kesiapan fisik, perilaku dan kognitifnya. Jika dirasa sudah siap, baru bisa memulai toilet training. Bunda bisa membantunya secara pelan-pelan. Jangan terburu-buru ya, Bunda!

Kesiapan Fisik

1. Buang Air Kecil (BAK) yang Banyak Dalam Satu Waktu

Kalau anak sudah siap, biasanya sudah mulai berkurang air kecilnya. Soalnya di usia 2 tahun anak sudah mulai berkurang minum ASI atau susu formula, sehingga cairan yang dikeluarkan juga lebih sedikit karena lebih banyak minum air putih setelah makan.

Setelah buang air kecil di pagi hari setelah bangun, biasanya anak akan mulai buang air kecil lagi saat setengah hari tergantung jumlah air yang anak minum. Jika minumnya banyak, maka jumlah yang dikeluarkan juga lebih cepat dan banyak. 

Kalau jarang minum, buang air kecil bisa menjelang sore tetapi yang dikeluarkan banyak sehingga buang air kecil banyak dalam satu waktu. 

2. Pampers Kering Lebih Dari 2 Jam

Jika anak masih menggunakan pampers, biasanya masih kering dalam jangka waktu yang lama dari biasanya. Tidak seperti saat Newborn yang mungkin bis ganti Pampers selama 3-5 jam sekali. 

Tandanya anak sudah mulai bisa ajarkan toilet training. Jika sudah jarang BAK lebih baik perlahan tidakpakai Pampers lagi. Dimulai perlahan dari lepas siang hari saja, dilanjut malam saja. Kemudian, sama sekali tidak pakai pampers. Hanya bepergian saja mulai pakai pampers.

3. Tidak Buang Air Setelah Tidur

Jika biasanya anak akan mengompol saat bangun tidur, namun ini tidak mengompol. Kalaupun masih BAK, sangat jarang sekali. 

4. Tidak BAB di Malam Hari

Anak sudah mulai jarang BAB di malam hari. Jika biasanya si kecil BAB lebih seeing, jika sudah siap salam satu hari hanya 1-2 kali. 

Kalau sudah siap toilet training malah sehari satu kali seperti orang dewasa pada umumnya. Sekarang Aqlan sangat makan nasi, jadi kadang sekali BAB bis banyak atau bisa dua kali tergantung apa yang ia makan.

5. BAB Sudah Bisa Diprediksi

Jika si kecil suda siap toilet training, kapan waktu BAB sudah bisa prediksi. Anak yang makan banyak, bisa kita prediksi kapan ia akan BAB. Kalau anak sedang tidak nafsu makan, juga kita bisa prediksi kapan ia akan BAB.

Kesiapan Perilaku

Fisik, perilaku, kognitif

1. Tidak Nyaman Jika Pempersnya Basah

Anak menunjukkan perilaku tidak nyaman jika Pempersnya basah. Biasanya anak akan minta diganti Pempersnya, menunjuk ke arah pempers karena merasa tidak nyaman.

Berarti anak sudah mulai bisa lepas pempers dan kita kenalkan toilet training. 

2. Menunjukkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

Anak sudah ada rasa mengelola BAK. Sudah ada keinginan untuk BAK dan mengatakannya pada Bunda.

Jika kebelet ingin BAK, anak akan memegangi celananya karena sudah tidak tahan ingin BAK. 

3. Sudah Bisa Menurunkan Celana dan Menaikkannya

Anak sudah bisa menurunkan celana jika ia ingin BAK. Entah itu mau BAB atau mandi, dia sudah punya keterampilan baru menurunkan celana.

Berkembangnya perilaku anak 2 tahun, bantu ia menyiapkan toilet training. 

4. Merasa Nyaman Duduk di Toilet

Melatih anak mendudukkan di toilet saat BAB dan anak terlihat nyaman tidak memberontak, berarti anak sudah siap kita ajarkan toilet training lebih dalam.

5. Senang Jika Memiliki Keterampilan Baru

Setiap tumbuh kembang anak, selalu saja ada hak baru yang ditunjukkan oleh anak.. keterampilan barunya setiap hari semakin meningkat. 

Anak sudah siap toilet training jika selalu menunjukkan keterampilan barunya. 

6. Menyiram BAB

Anak selalu punya keinginan untuk menyiram toilet. Aqlan termasuk yang suka melakukan ini sampai ia sudah bicara dengan jelas, "Sama Aqlan Mbun suramnya."

Kesiapan Kognitif

1. Sudah Paham Intruksi Orang Tua

Beda dengan kesiapan fisik anak, dari segi kognitif anak sudah paham apa yang orang tua instruksikan. Misalkan akus slalu bilang, "Aqlan kalau mau pipis atau pup bilang ya."

Dengan terbiasa sounding seperti itu, lama-lama Aqlan selalu bilang kalau mau pipis sebelum terjadi yang tadinya bilang pipis saat sudah terjadi. 

2. Sudah Bisa Bilang Ingin BAK

Saat anak sudah bisa bilang ingin BAK tandanya anak sudah siap kita latih toilet training. Sebelumnya aku selalu menanyakan, "Aqlan mau pipis?" setiap 2 jam sekali sampai anaknya kesal sendiri, hehe.

Anak nyaman di toilet

Tidak perlu sering bertanya dan tidak usah khawatir ya Bun. Kurangi overthingking karena biasanya perasan gelisah kita akan sampai ke anak. Itu yang aku alami, sehingga anaknya malah jadi kesal. Santai saja, toh kalau ngompol juga gapapa toh? Kalau basah ya tinggal di lap.

Awal melatih toilet training, selain cape nyuci baju, cape juga nyuci lantai karena anak bilang pipis saat sudah terjadi. Jadinya kita harus sering mengepel lantai juga. 

Tips dari aku, selalu sediakan lap kain khusus untuk mengelap air pipis. Kalau sudah sore baru kita pel lagi seluruh ruangan agar kita juga bis menjaga kesucian. 

3. Memilih Kata yang Nyaman Anak Gunakan Seperti Pipis atau Pup

Gunakan kalimat yang nyaman dan mudah disebut anak untuk menunjukkan dia ingin BAK dan BAB. Kata yang paling familiar biasanya pipis dan pup.

Kata yang mudah diucapkan membantu anak menyampaikan keinginannya dengan mudah. Tidak sulit sehingga bisa tercapai tujuan dari toilet training ini.

Kesimpulan 

Melatih toilet training anak penting sekali untuk melihat tanda-tandanya. Meski nanti anak juga bisa sendiri, tapi akan lebih mudah prosesnya jika kita mengenali tandanya.

Jangan bandingkan dengan anak lain jika prosesnya lebih cepat. Saat tetangga perempuan yang sebaya sudah bisa mandiri BAK, namun Aqlan masih mengompol dan bilang pipis saat sudah terjadi.

Tetap tenang dan katakan pada anak "Tidak apa-apa kan masih belajar." Tahu tidak Bun, kadang anak juga merasa kecewa jika masih BAK di celana. Aku melihat saat itu Aqlan juga ingin bisa segera mandiri. 

Di usia menjelang tahun baru bisa BAK mandiri dan bilang pipis sebelum terjadi, meski ke kamar mandinya ingin selalu aku antar. Semangat ya Bunda mengenali Tanda-tanda kesiapan anak. Jika kesiapan fisik sudah terlihat namun kognitifnya belum, tidak perlu terburu-buru ya! Yakin saja, kalau anak juga ingin mandiri dengan segera.

Selanjutnya baca juga Cara Melatih Kesiapan Toilet Training pada Anak.



Referensi:
  1. 8 Tanda Anak Siap Toilet Training, Bunda Perlu Tahu oleh Melly Febrida - https://www.haibunda.com/parenting/20200811160851-60-156321/8-tanda-anak-siap-toilet-training-bunda-perlu-tahu
  2. Toilet Training: Tahap Penting Anak Siap Hidup Mandiri - https://mayapadahospital.com/news/toilet-training-tahap-penting-anak-siap-hidup-mandiri

Cara Melatih Kesiapan Toilet Training pada Anak

Cara Melatih Kesiapan Toilet Training pada Anak

Melatih anak toilet training

Sebagai Ibu baru, aku sangat menantikan momen melatih toilet training pada anak. Aku suka membayangkan indahnya jika anak sudah lepas popok dan susu formula, nggak ribet ganti popok lagi dan tentunya bisa lebih hemat, haha. Perhitungan sekali yaaa.

Senang kalau anak sudah bisa mandiri BAK dan BAB tanpa bantuan popok. Nggak perlu lagi ribet bawa-bawa popok kemana pun pergi. Apalagi kalau lagi staycation, ya susu, popok semuanya dibawa. Anak aja udah satu tas sendiri, belum ayah dan bundanya.

Ehhh ternyata prosesnya nggak gampang! Rasanya pengen nangis setiap hari, salahnya aku terlalu memaksakan anak toilet training padahal anak belum menunjukan tanda-tanda siap toilet training. Dari situ aku jadi belajar dan paham kalau melatih toilet training ini tidak bisa dipaksakan.

Usia tidak menjadi patokan kesiapan anak dalam melatih toilet training. Namun, ketika anak sudah mencapai usia 18 bulan dan sudah menunjukkan kesiapannya, kita sudah bisa melatih toilet training pada anak, jika belum ya sabar aja perlahan anak juga siap dengan toilet training. Aqlan sendiri aku latih di usia 2 tahun.

PR bagi kita adalah untuk melatih kesiapannya. Sebelum mengetahui bagaimana melatih kesiapannya, kita perlu tahu dulu manfaat melatih toilet training pada anak yang bisa jadi motivasi kita dalam melatihnya.


Manfaat Melatih Anak Toilet Training

Mengetahui manfaat melatih toilet training pada anak bikin kita semangat loh. Kita jadi tahu visi misi mengenalkan toilet training itu untuk apa tujuannya.

Manfaat anak sudah bisa BAK itu bikin orang tua senang dan bangga sama anak sekecil ini sudah bisa lebih mandiri ketika BAK.

1. Anak Mengenal Kapan Waktu BAK

Melatih toilet training membantu anak mengenal kapan ia harus BAK dan BAB. Signal-signal itu membantu anak mempunyai keinginan untuk BAK.

Sehingga anak tahu kapan saatnya ia harus BAK dan tidak. Pertanda adanya BAK membuat anak punya keinginan untuk membersihkannya.


2. Anak Lebih Mandiri

Bertambahnya usia anak, semakin menunjukkan keterampilannya. Sudah tidak mengompol lagi membuat anak semakin mandiri.
Manfaat toilet training
Anak senang berlatih sesuatu dan ingin mempunyai keterampilan yang baru lagi. Keterampilan ini tidak didapat begitu saja. Perlu kita latih agar anak bisa mandiri..


3. Membiasakan Kebersihan

Dengan toilet training, anak akan belajar tentang kebersihan. Membersihkan area penting yang harus dibersihkan.

Anak belum bisa langsung membersihkan, masih kita bantu. Jelaskan juga bahwa membersihkan diri dari BAK membuat kita jauh dari bakteri.

4. Mengurangi Ketergantungan Memakai Popok


Belajar toilet training juga melatih ketergantungan pemakaian popok yang jika terlalu lama bisa mengalami iritasi dan permasalahan kulit.

Memakai popok sebaiknya tidak dalam jangka waktu yang lama. Anak bisa tidak nyaman dengan permainan popok terus menerus.


5. Belajar Pengendalian Diri

Mengenali tanda-tanda akan BAK bantu anak mengontrol dirinya. Pengendalian diri ini juga bantu mengontrol emosinya.

Ada anak yang sabar, ada anak yang juga kesal atau emosi bahkan nangis jika sudah tidak bisa menahan BAK. Tidak apa - apa, kan lagi belajar. Asal Ayah dan Bundanya jangan ikutan nangis juga yaa, hehe.


Begini Cara Melatih Anak yang Sudah Siap Toilet Training

Perlu diingat yang menjadi prinsip dasar adalah mengajarkan anak untuk tidak mengompol dan BAB tanpa bantuan, bukan berarti harus langsung bisa. 
Melatih toilet training
Cara setiap orang beda-beda dan kapan memulai toilet training juga berbeda. Ada yang lama atau mungkin dalam waktu seminggu sudah bisa. Kalau pengalamanku cukup lama dan membutuhkan kesabaran.

Kadang sampai dalam hati, “Kok nggak bisa-bisa sih, kok belum paham juga ya.” Dengan kesabaran kita melatihnya setiap hari akhirnya lulus juga toilet training.


1. Memberikan Penjelasan pada Anak

Jangan pernah bosan berikan penjelasan pada anak bahwa anak perlu belajar BAK di kamar mandi. Jelaskan pada anak kalau BAK dan BAB itu alda tempatnya yaitu di toilet.

Jelaskan juga manfaat beserta akibatnya jika terlalu lama menggunakan popok. Tapi, jangan ditakut-takuti ya Bunda. Anak akan paham apa yang kita jelaskan dan merasakan sendiri manfaatnya jika BAK ke toilet lebih bersih dan terhindar dari kuman.

2. Kurangi Penggunaan Popok

Awal aku melatih toilet training, bermula dari melepas popok pada siang hari selama seminggu. Setelah mandi pagi menggunakan popok, siang hari dilepas.

Pakai popok lagi setelah mandi sore, hingga besok pagi. Jika malam sudah penuh tidak menggunakan popok lagi. 

Ketika aku sudah siap, perlahan tidak pakai popok seharian. Menggunakan popok hanya di malam hari saat tidur saja. Begitu seterusnya hingga malam mulai tidak pakai popok.

Usia 3 tahun sudah tidak pakai popok sama sekali. Hanya kalau ke luar rumah pakai popok. Jika dirasa aman, keluar dekat rumah seperti ke mini market tidak menggunakan popok lagi. Jika pergi ke mall, aku masih pakai popok karena khawatir susah cari toilet dan harus mengantri sedangkan anak sudah kebelet.

Namun ternyata selama ke mall atau pergi jauh tidak pernah mengompol. Jadi kalau bepergian tidak menggunakan popok lagi, karena sudah bisa bilang sendiri ingin BAK dan BAB.


3. Buat Jadwal ke Toilet

Awalnya aku membuat jadwal satu jam sekali ke toilet. Ternyata tidak berhasil karena anaknya mudah bosan dan kesal sama aku yang selalu mengajaknya ke toilet, haha.

Lalu aku coba jadi dua jam sekali, namun juga tidak berhasil karena anak masih senang bermain, tidak mau diganggu. 

Karena dengan waktu tidak berhasil, aku tidak menggunakan cara itu lagi. Aku menggunakan cara lain. Tidak mengganggu saat ia sedang aktivitas bermain. 

Dimulai dari bangun tidur aku ajak BAK. Sepanjang hari ia banyak makan, minum dan bermain barulah menjelang tengah hari aku ajak ia untuk ke toilet. Sebelum tidur siang juga ajak lagi agar tidak mengompol di kasur.

Saat mandi adalah waktu yang pas untuk ia BAK. Setiap akan tidur malam, ajak juga ia untuk BAK.

4. Gunakan Pakaian yang Simple

Gunakan pakaian dan celana yang memudahkan ia untuk BAK dan BAB. Anak laki-laki simple pakaiannya karena hanya kaos dan celana pendek saja. 

Siang hari menggunakan celana yang mudah dibuka, bukan celana jeans yang berbahan tebal. Itu sangat menyulitkan saat BAK.


5. Menemani Anak ke Toilet

Melatih toilet training juga ikut menemani anak ke toilet. Bukan dibiarkan sendiri. Anak merasa didukung oleh orang tua dan tidak takut untuk pergi ke toilet. 

Apalagi saat BAB membutuhkan waktu yang lama, Bunda bisa mengajaknya sambil mengobrol karena anak mudah bosan di toilet ingin segera selesai. 


Kesimpulan

Melatih anak toilet training membantunya menjadi punya keterampilan baru dan membiasakan mandiri serta menjaga kebersihannya. 

Banyak cara untuk melatih toilet training, disesuaikan saja dengan kebutuhan anak dengan melepas popok secara bertahap. 

Baca juga artikel selanjutnya tentang Berapa Lama Proses Toilet Training Berhasil.



Referensi:

  1. https://www.grouu.id/artikel/6-cara-melatih-anak-toilet-training
  2. https://insanq.co.id/artikel/tips-melatih-anak-menggunakan-toilet-toilet-training/

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak

Ayah dan ibu berperan penting dalam pengasuhan

Pengasuhan anak tidak menjadi tanggungjawab ibu saja, namun ada peran ayah juga di dalamnya. Sayangnya, yang tejadi dalam budaya kita bahwa pengasuhan dilakukan oleh ibu dan ayah hanya mencari nafkah saja.

Budaya patriarki di Indonesia masih mengkotakkan bahwa laki-laki hanya fokus pada ranah publik, sedangkan yang mengurus domestik hanya ibu. Padahal, sekarang sudah bisa lebih fleksibel, keduanya juga bisa melakukan dan berperan dengan seimbang.

Pantas saja, Indonesia menjadi negara yang kurangnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak. Belum lagi berita di tv yang menambah kasus kekerasan dalam rumah tangga dan ayah sendiri yang menyebabkan trauma bagi anak.

Begitu pentingnya peran ayah dalam pengasuhan anak. Apa yang terjadi jika ayah tidak terlibat dalam pengasuhan? Seberapa penting alasan ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak? Simak sampai akhir ya.

Dampak Ayah Tidak Terlibat dalam Pengasuhan

Terkadang ayah juga hanya sibuk bekerja, tidak mengerti bagaimana harus mengasuh anak. Kesibukan ayah membuat waktu bermain dengan anak berkurang bahkan tidak ada. Ayah juga tidak bersedia mengganti waktu yang berkurang itu di kemudian hari.

Tidak hadirnya sosok ayah dalam jiwa anak, memang tidak akan dirasakan saat itu juga, tapi akan berdampak di kemudian hari atau bahkan terbawa hingga dewasa. Tidak ada interaksi dengan ayah secara tidak langsung membuat luka yang menganga bagi anak. 

Menurut Nobensia Wongpy., M.PSi., psikolog dalama artikelnya, pasangan yang egalite lebih bahagia dibandingkan pasangan tradisional. Hal ini karena laki-laki sering dianggap sebagai sosok yang maskulin, kuat sehingga lebih sesuai bekerja di ranah publik untuk mencari nafkah, berbeda dengan perempuan yang dianggap sosok lembut dan hanya untuk mengerjakan domestik saja.

Pasangan muda sekarang banyak menepis stereotip itu semua, lebih mengedepankan misi dan visi tujuan masing-masing. Demi keluarga yang harmonis, pembagian tugas dilakukan berdasarkan kesepakatan.

Kenapa tidak jika suami senang memasak, ia memaksakan untuk keluarga? Pun jika ibu ingin bekerja di ranah publik. Keduanya tentu berdasarkan kesepakatan dan tidak menjadi beban. Daripada harus memaksakan berdasarkan budaya, tapi tidak bahagia.

Dampak ayah tidak ada interaksi dalam keluarga

Dampak tidak adanya peran ayah dalam pengasuhan anak akan menghambat perkembangan anak. Anak akan memiliki trauma masa kecil dan menciptakan rasa tidak suka atau benci dengan sosok ayah. 

Psikis anak juga terganggu dengan tidak seimbangnya kecerdasan emosional yang ia miliki. Ketika dalam menghadapi masalah ia sulit sekali mengambil keputusan dan takut dalam mengahadapi setiap masalah. 

Tidak memiliki rasa percaya diri sehingga nilai akademisnya menurun. Ia jadi tidak pandai bersosialisasi, merasa insecure setiap kali melihat teman sebayanya yang punya kemampuan. 

Merasa kesepian dan kadang cemburu setiap kali melihat temannya dijemput sekolah oleh ayahnya atau memiliki sosok ayah yang sempurna.


Kenapa Sih Ayah Harus Terlibat dalam Pengasuhan Anak?

Pengasuhan anak merupakan kerja tim antara ayah dan ibu, buka hanya individu saja. Tentu hasilnya akan lebih optimal jika keduanya punya peran yang sama?

Ibu memang madrasah pertama bagi anaknya, namun bukan berarti ayah tidak punya peran dalam pendidikan anak. Peran ayah yang menguatkan pengasuhan dari ibu. 

Dampak ayah jika terlibat dalam pengasuhan

1. Meningkatkan Kemampuan Kognitif

Peran ayah dalam keluarga meningkatkan perkembangan anak salah satunya dengan meningkatnya kemampuan kognitif. Seringnya interaksi ayah dengan anak akan membuat anak memiliki kemampuan kognitif di usia 1 tahun.

Di usia Aqlan 2 tahun, dia sudah tahu kapan ayahnya bekerja dan pulang. Ketika waktunya pulang kerja, Aqlan sudah menunggu ayahnya di rumah untuk bermain dan menunjukkan kemampuannya.

Interaksi dengan ayahnya membuat itu tumbuh dengan optimal. Itu karena peran ayah sangat berarti meski dalam usia toodler sekalipun akan bisa dirasakan oleh anak. 

2. Menggali Potensi Anak

Ayah yang sering mengajak ngobrol anak bisa menggali potensi anak. Ayah tahu apa yang anak sukai dan inginkan. Ayah juga tahu caranya mengembangkan minat dan bakat anak.

Ayah akan mendukung potensi anak. Dukungan ayah sangat bermanfaat bagi anak. Secara emosional, anak bisa jadi lebih semangat dan percaya bahwa ia mampu. 

3. Anak Jadi Lebih Periang

Hadirnya ayah dalam setiap kesempatan membuat ana menjadi lebih periang. Anak jadi ceria dan lebih sehat secara fisik dan psikis.

Dengan anak periang, tentunya untuk mengembangkan kemampuan yang ia miliki. Anak jadi percaya diri untuk mencoba hal yang baru karena didukung oleh ayahnya. 

4. Bisa Mengambil Keputusan

Ayah yang hadir dalam jiwa anak, akan membantu anak untuk bisa mengambil keputusan dan menyelesaikan masalah. Anak tidak takut dan bertanggungjawab dengan apa yang ia pilih.

Dengan cara ayah mendidik menciptakan karakter bagi anak. Anak akan mempunyai jiwa kepemimpinan yang bermanfaat bagi kehidupannya. 


5. Ayah Bantu Anak Menyiapkan Dunia Luar

Sosok ayah yang maskulin dan kuat, bisa bantu anak untuk siap menyiapkan dunia luar. Ayah yang berpikir dengan logika akan bisa memberikan arahan dan mendukung setiap keputusan yang diambil oleh anak.

Ayah akan menceritakan pengalamannya yang telah ia lalui pada anak dan menjadi contoh bagi anak dalam menghadapi dunia. Ayah juga mendidik anak dengan tegas, sehingga anak bisa lebih siap bersaing di dunia luar. 

Kesimpulan

Jika ingin anak memiliki kemampuan dan kecerdasan emosional, maka ayah harus terlibat dalam pengasuhan anak. Anak akan mendapatkan hal yang positif jika sering diskusi dan mengobrol dengan ayah.

Bermain dengan ayah beda rasanya jika bermain dengan ibu. Ayah dengan sosoknya yang kuat mampu memberikan dukungan emosional bagi anak sehingga anak menjadi percaya diri dalam menghadapi apapun.

Kecerdasan ini bisa terlihat dari usia dini hingga berdampak saat ia dewasa nanti. Sebaliknya, jika ayah tidak terlibat maka anak akan membawa trauma masa kecil hingga dewasa dan berpengaruh terhadap kehidupannya. 

Yuk, Ayah dan Bunda kita sama-sama terlibat dalam pengasuhan anak. Momen apa nih yang bisa dilakukan si kecil dengan ayahnya? Share di kolom komentar yuk!




Referensi:

  • Psikolog UGM Beberkan Dampak Minimnya Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan - https://ugm.ac.id/id/berita/23757-psikolog-ugm-beberkan-dampak-minimnya-keterlibatan-ayah-dalam-pengasuhan/
  • Manfaat Peran Ayah dalam Pengasuhan - https://www.refoindonesia.com/manfaat-peran-ayah-dalam-pengasuhan/
  • 9 Alasan Pentingnya Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak - https://www.sehataqua.co.id/peran-ayah-dalam-pengasuhan-anak/
  • Dampak Fatherless Terhadap Perkembangan Anak - https://kumparan.com/nasya-putri-kamila/dampak-fatherless-terhadap-perkembangan-anak-


Peran Ayah dalam Keluarga. Ada Apa Saja?

Peran Ayah dalam Keluarga. Ada Apa Saja?

Peran ayah di rumah

Sosok ayah dalam keluarga digambarkan dengan pribadi yang kuat, tegar dan pekerja keras. Peran ayah sebagai imam dalam keluarga, pemimpin yang punya kedudukan yang mulia dan keputusannya sangat penting bagi keluarga.

Ayah juga berperan memberikan nafkah bagi keluarga. Membimbing istri, saling mengingatkan jika ada kesalahan. Apakah tugas ayah hanya memberi nafkah saja? Lalu bagaimana soal pengasuhan anak? 


Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

Indonesia mengalami krisis hadirnya figur ayah yang disebut fatherless. Ayah ada secara fisik, namun tidak secara langsung terlibat dalam pengasuhan. Ayah hanya bekerja mencari nafkah, namun tidak hadir dalam hati anggota keluarga.

Padahal figur ayah ini penting sekali. Ayah yang dekat dengan istri dan anak, akan membuat anak merasa dekat dengan ayah karena jiwanya terisi oleh kehadiran sosok ayah. Begitu juga bagi istri, akan merasa bahagia meski lelah mengurus domestik sepanjang hari. 

Bagi anak perempuan, jik ia tidak menemukan figur ayah, dia akan mencari sosok laki-laki di luaran. Sedangkan bagi anak laki-laki, tanpa kehadiran figur ayah akan membuatnya tidak peka terhadap pasangannya, malah condong mengikuti perilaku ayahnya. 

Figur ayah bukan berarti memiliki ayah dan ibu yang utuh, anak yatim pun bisa merasakan kehadiran figur ayah dari saudara laki-laki, kakek, paman, kerabat yang menggambarkan figur seorang ayah.

Dampak pengasuhan ayah

Bagi anak keterlibatan ayah sangat penting sekali bahkan bisa mempengaruhi nilai akademis anak dalam pembelajaran sekolah. Interaksi yang cukup antara ayah, ibu dan anak akan membuat keluarga lebih harmonis dan sehat secara fisik dan psikis.

Anak yang merasakan peran ayah akan dengan percaya diri mengeksplor kemampuan yang dimiliki. Ia tidak takut gagal karena ada sosok ayah yang mendukungnya untuk terus berani mencoba.

Rasanya ada ayah itu tenang dan aman banget. Hal yang sama aku rasakan ketika kecil, sosok ayah begitu dekat denganku. Meskipun Ayah telah berpulang saat aku kuliah, aku tetap merasakan sosok ayah yang membuatku bisa menjadi anak yang percaya diri untuk mencoba hal yang baru.

Ayah mengajarkan aku untuk tidak takut pada apapun selama di jalan yang benar. Didikannya sangat bermanfaat. Ayah berhasil hadir dalam hidup kami anak-anaknya.

Untuk itu kami juga berusaha untuk hadir pada jiwa Aqlan, agar Aqlan juga merasakan figur ayah dan ibu yang selalu mendukungnya. Salah satunya menjadi media bermain anak. 

Selain anak, seorang istri pun akan mengalami gangguan psikis, jika dalam rumah tangga peran suami haya menjalankan fungsi mencari nafkah, namun idak terlibat diskusi sebagai partner pasangan ayah dan ibu. Sebaiknya tidak ada Silent treatment dalam rumah tangga yang bisa membahayakan tatanan keluarga. 

Keluarga itu hidup bersama, bukan tinggal bersama. Artinya, ada interaksi di dalamnya. Tidak sebatas menjalankan hak dan kewajiban semata, tapi lupa mengisi tangki cintanya. 


Apa Saja Peran Ayah dalam Keluarga?

Ayah dan Ibu mempunyai peran yang sama besar bagi keluarga. Untuk itu, tidak bisa ayah dan ibu berdiri sendiri saja yang menjalankan peran. Keduanya butuh kerjasama untuk mencapai keluarga yang harmonis.

Figur ayah dimata keluarga

1. Melindungi Keluarga

Peran ayah dalam keluarga adalah melindungi keluarganya. Dari segi kesehatan dan keamanan. Ayah yang akan jadi garda terdepan saat keluarga sedang ada masalah atau ujian.

Ayah yang seharusnya melindungi keluarga, jangan sampai menjadi pelaku kekerasan rumah tangga. Sekarang banyak sekali berita KDRT dalam rumah tangga. Terbaru, beredar video datang dari selebgram dan atlet anggar yang dipukuli oleh suaminya sendiri. 

Tidak mudah memang, tapi jika kita melihat atau mengalami segera lapor untuk meminta perlindungan. Semoga pelakunya diberikan hukuman yang setimpal.

2. Menjadi Teladan bagi Keluarga

Ayah menjadi role model bagi keluarga. Sosoknya bisa menjadi inspirasi bagi anak. Pernah membaca buku antologi kumpulan inspirasi seorang anak bagi ayahnya. Sebesar itu peran ayah dimata anaknya.

Ada yang ingin kelak dewasa menjadi seperti ayah, ingin membanggakan dan tidak ingin mengecewakan. Maka sebaiknya ayah memberikan tauladan bagi anak dan istrinya karena perilakunya secara tidak langsung diperhatikan oleh anak.

3. Memberikan Nafkah Keluarga

Ayah memenuhi kebutuhan keluarga dengan mencari nafkah. Semua kebutuhan keluarga menjadi tulang punggung keluarga. 

Namun hal ini juga bisa dibantu jika ibu sama-sama bekerja. Apapun pekerjaannya, yang penting halal bisa memberikan makanan yang baik bagi keluarga. 


4. Menciptakan Momen Quality Time 

Ayah mungkin setiap hari sibuk untuk bekerja. Namun, ketika sampai di rumah semua fokus dan waktunya harus ada untuk keluarga.

Kehadiran ayah ditunggu oleh keluarga di rumah. Sesampainya di rumah sebaiknya ayah menciptakan momen quality time bersama setiap hari agar anak merasa mendapatkan figur seorang ayah.

Tidak perlu harus sampai larut malam, cukup 30 menit sehari sudah bisa membuat anak dan istri senang. Sama halnya yang dilakukan dengan suami sepulang dari kantor selalu hadir untuk bermain dengan Aqlan dan aku.

Kami sepakat jika sedang bersama untuk tidak menggunakan gadget, meskipun kadang aku gatal rasanya ingin mengabadikan momen kebersamaan tersebut dengan kamera handphone, hehe. 

Ketika bonding sudah tercipta, akan mudah mengarahkan anak kalau orang tua juga butuh waktu untuk bekerja. Anak akan mengerti kapan saat bermain dengan orang tua dan kapan orang tua harus bekerja. 


5. Terlibat dalam Pengasuhan Anak

Ini yang paling penting. Meskipun ibu di rumah, bukan berarti tugas pengasuhan diserahkan semua pada ibu. Ayah juga harus terlibat dalam pengasuhan.

Keterlibatan ayah ini akan memberikan dampak positif bagi anak. Anak yang mendapatkan figur ayah akan mudah bergaul dengan temannya, terbuka pada orang tua dan dapat mencerdaskan kemampuan kognitifnya.

Ayah yang berhasil memberikan pengasuhan, akan selalu dirindukan oleh anaknya. Setiap hari di rumah sama anak, yang ditanyakan ayahnya. Iya nggak Bun? Hehe. 

Kesimpulan 

Figur seorang ayah dalam keluarga begitu penting bagi keluarga. Ada banyak peran ayah tidak hanya menjadi tulang punggung keluarga, namun ayah dan ibu sama-sama terlibat dalam pengasuhan.

Interaksi ayah dalam keluarga di rumah sangat dibutuhkan bagi keluarga. Dengan adanya quality time bersama akan membentuk bonding keluarga menjadi lebih harmonis. 

Selanjutnya baca artikel tentang Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak. 




Referensi:

  1. 13 Peran Ayah dalam Keluarga yang Penting untuk Perkembangan Anak - https://www.probaby.co.id/artikel/13-peran-ayah-dalam-keluarga-yang-penting-untuk-perkembangan-anak
  2. Kebangkitan Peran Ayah dalam Parenting - https://umj.ac.id/opini/kebangkitan-peran-ayah-dalam-parenting/
  3. Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak- https://rs-amino.jatengprov.go.id/pentingnya-peran-ayah-dalam-tumbuh-kembang-anak/


Cara Mendidik Anak Laki-laki Remaja Menurut Islam

Cara Mendidik Anak Laki-laki Remaja Menurut Islam

Cara menyikapi anak laki-laki remaja

Mendidik anak laki-laki remaja menjadi sebuah tantangan baru bagi orang tua yang belum berpengalaman seperti kami. Usia remaja, anak mulai banyak mengenal orang selain keluarga di rumah, yaitu teman-temannya di sekolah dan di sekitar rumah.

Mendidik anak remaja berbeda ketika mendidiknya waktu usia toodler. Anak membutuhkan waktu privasi, tak jarang ia lebih menyukai waktu bersama temannya dibandingkan dengan orang tuanya.

Tidak usah khawatir, karena dalam Islam telah mengatur bagaimana anak remaja laki-laki seharusnya dan bagaimana orang tua menyikapinya, khususnya bagi anak laki-laki yang katanya tidak betah di rumah. Apakah benar ya?

Masa Remaja dalam Islam

Remaja adalah fase peralihan pertumbuhan dan perkembangan masa kanak-kanak menjadi dewasa. Masa remaja merupakan pematangan organ reproduksi yang juga disebut pubertas.

Menurut dr. Aisyah Dahlan dalam channel Youtube, pubertas adalah proses perubahan dari anak-anak menjadi orang dewasa yang terjadi karena pelepasan hormon-hormon yang berasal dari sebuah kelenjar kecil di otak. kalau dalam Islam disebut juga Aqill Baligh.

Dalam Islam, Aqil Baligh yang berkembang bukan hormonnya saja, tapi otaknya juga. Aqil adalah kedewasaan mental. Sedangkan baligh merupakan kedewasaan fisik.
Usia remaja laki-laki
Baligh dan aqil tidak berjalan bersamaan. Ada faktor yang mempengaruhi karena ilmu juga semakin berkembang. Adanya pemberian nutrisi yang baik sedari bayi, maka baligh lebih dulu terjadi pada usia remaja sekitar usia 9-12 tahun. Barulah aqilnya berkembang.

Maka dari itu, dr. Aisyah membagi usia remaja ke dalam tiga golongan.

  • Remaja dini : 10 - 13 tahun
  • Remaja tengah:14-18 tahun
  • Remaja lanjut: 19-21 tahun

Faktor yang mempengaruhi Aqil:
  • Dewasa mental
  • Pengaruh pendidikan
  • Berkembangnya akal
  • Fungsi tanggungjawab
  • Mandiri, tanggungjawab
  • peran ayah+ibu

Sedangkan faktor yang mempengaruhi Bbaligh:

  • Dewasa fisik
  • Pengaruh nutrisi
  • Berkembangnya nafsu
  • Fungsi reproduksi
  • Life and death instinct
  • Peran ibu+ayah
Keduanya sama-sama tetap masih membutuhkan peran Ayah dan Bunda. Tentu saja, masa remaja bukan berarti melepas anak agar mencari jati dirinya sendiri. Orang tua yang mendidik dan mengarahkannya.


Cara Mendidik Anak Laki-laki Remaja Menurut Islam


Sebelum mendidik anak laki-laki remaja, perhatikan dulu karakter dan kebiasaannya bisa jadi treatment dalam mendidiknya. Namun, secara umum bisa dilakukan hal-hal berikut: 
Cara mendidik remaja dalam Islam

1. Memberikan Pemahaman tentang Nilai-nilai Islam

Kita sudah menanamkan aqidah sedari dini, saat usia remaja anak akan semakin bertanya tanya tentang agamanya. Kita bisa berikan pemahaman tentang nilai-nilai Islam.

Belajar agama pada guru ngaji, les private online agama atau kita sendiri yang membimbingnya baik tentang pemahaman Islam atau tentang bacaan ayat Al-Qur'an.

Usia remaja harus tetap dibekali dengan nilai agama karena ditengah tantangan zaman di mana.bukan hanya energi positif, namun energi negatif bisa datang kapan saja.


2. Mendisiplinkan Ibadah

Usia remaja dimana dunia paling asik bermain, namun, jangan lupa kewajibannya tentang ibadah shalat lima waktu. Remaja paling sulit jika disuruh untuk shalat lima waktu.

Jangan hanya disuruh, tapi buat anak untuk mencintai Allah terlebih dahulu. Kalau sudah cinta, apapun dilakukan bukan? 

Ajak anak ibadah karena ia cinta dengan Allah, bukan dengan takut dimarahi orang tua jika tidak mengerjakannya. Bagi anak laki-laki untuk tetap diingatkan shalat Jumat.


3. Menjadi Pendengar yang Baik

Tidak seperti perempuan, mungkin sulit bagi anak remaja laki-laki untuk bercerita. Maka ketika ia bercerita, orang tua sebaiknya menjadi pendengar yang baik, tidak menyalahkan apalagi menuduhnya tanpa bukti. 

Jangan memotong pembicaraan, hargai pendapatnya jika ingin orang tua yang jadi tempatnya bercerita. Di rumahlah tempat ia bisa bercerita segala hal dan menjadi dirinya sendiri. 


4. Membiasakan Akhlak yang Baik dalam Kehidupan Sehari-hari

Kebanyakan orang tua khawatir jika punya anak remaja laki-laki akan terlibat hal-hal negatif seperti tawuran, geng motor, bolos sekolah atau narkoba. Apalagi anak laki-laki yang susah diatur.

Pentingnya membiasakan dan mencontohkan akhlak yang baik dalam kehidupan sehari-hari. Anak banyak melihat orang tuanya di rumah, maka kita yang harus jadi role model untuk setiap perbuatan terpuji.

Memiliki anak sama dengan orang tua juga belajar menjadi lebih baik. Sama-sama belajar dan saling mengingatkan.

5. Hargai Privasi Anak

Ini nih yang paling penting, hehe. Kita melihat anak masih seperti bayi saat pertama dilahirkan. Nyatanya tidak bagi anak yang merasa sudah dewasa dan bisa melakukan apa-apa sendiri. Pengalaman soalnya, hehe.

Aku dulu paling tidak suka kalau orang tua tiba-tiba masuk ke kamar dan selalu mengecek handphone. Cek tugas-tugas di sekolah dan protect terhadap lawan jenis. Padahal sebagai anak ingin bisa dipercaya dan merasa bisa mengerjakan semuanya sendiri.

Usia remaja paling senang jika diandalkan kan? Coba sesekali berpikir dari perspektif anak, bukan hanya orang tua saja. Memposisikan sebagai anak remaja yang selalu merasa ingin tahu dan kadang sok tahu, hehe.

Sejak jadi orang tua jadi tahu bagaimana perasaan Mama dulu ketika melakukan itu semua. Tiada lain karena orang tua khawatir anaknya terlibat pergaulan yang salah atau ada yang menyakiti anaknya.

Orang tua boleh khawatir, namun tetap ada batasnya untuk menghargai privasi anak. Privasi anak juga bukan memberikan kebebasan mutlak pada anak, tetap harus diawasi. Keduanya harus bisa saling percaya satu sama lain.

Kesimpulan

Mendidik anak remaja laki-laki dalam Islam memang tidak mudah ditengah pergaulan zaman sekarang yang variatif bisa melalui media sosial. Bangun komunikasi yang baik dengan anak, maka akan lebih mudah untuk mendidiknya.

Jangan lupa selalu terapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupannya, sehingga ketika ia melakukan sesuatu ia selalu ingat dengan Allah. Membentuk kebiasaan baik dengan mengucapkan basmallah setiap hari, menjadi pengontrol diri untuk tetap melakukan hal-hal baik.

Khawatir boleh, namun harus tetap percaya pada anak. Anak laki-laki lebih khawatir namun ingat kalau kita sedang mendidik calon pemimpin seperti yang sudah dibahas di artikel-artikel sebelumnya.

Tantangan apa nih menurut Ayah dan Bunda yang paling sulit dalam mendidik anak laki-laki usia remaja? Share di kolom komentar yuk!



Referensi:

  1. Prinsip dan Cara Mendidik Anak Remaja untuk Para Orangtua - https://hellosehat.com/parenting/remaja/tumbuh-kembang-remaja/cara-mendidik-anak-remaja/
  2. 15 Cara Mendidik Remaja yang Efektif dalam Islam - https://chanelmuslim.com/ustazah/15-cara-mendidik-remaja-yang-efektif-dalam-islam
  3. Cara Mendidik Anak Remaja Laki-laki dan Perempuan Menurut Islam - https://www.youtube.com/watch?v=GhYSBxKCUJs&t=2735s




Jangan Memukul! Ini Cara Mendidik Anak Laki-laki yang Susah Diatur

Jangan Memukul! Ini Cara Mendidik Anak Laki-laki yang Susah Diatur

Anak laki-laki membantah

Mengasuh anak laki-laki kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Kadang sulit sekali untuk menyuruhnya bahkan untuk sekedar tidur dan makan.

Atau ada anak laki-laki yang suka menjahili temannya dan membantah orang tua? Seringkali orang tua melabelinya sebagai anak yang susah diatur, nakal dan tidak nurut dengan orang tua.

Apa benar anak laki-laki susah diatur? Apa yang menyebabkannya susah diatur dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, kita pelajari sama-sama.


Mengapa Anak Laki-laki Sulit Diatur?

Ada berbagai macam perkembangan yang telah dilalui anak hingga usia 4 tahun. Termasuk perkembangan emosi yang sedang ia pelajari.

Anak yang susah diatur atau tidak nurut biasanya sedang mencari perhatian orang tua. Ia sedang mempelajari reaksi emosi apa yang ditunjukkan orang tua kepadanya.

Saat seperti ini jangan pernah memukul anak ya Bun, memang terasa menyebalkan dan pengen emosi tapi justru itu akan dicontoh anak dan dianggap perbuatan yang benar bagi anak. Itulah kenapa kita juga jangan mudah melabeli anak dengan kata nakal.

Memunjuk anak laki-laki
Siapa tahu anak ingin menunjukkan kasih sayangnya, ingin diperhatikan atau ada keinginannnya yang tidak kita turutkan sehingga dia mencari cara agar keinginannya segera dikabulkan. Orang tua harus lebih peka terhadap hal-hal yang seperti ini.

Jangan dulu memukul jika anak laki-laki susah diatur, Bunda bisa lakukan cara berikut agar anak juga tahu kalau kita sayang sama mereka.


Cara Mendidik Anak Laki-laki yang Susah Diatur

Hindari pola asuh dengan gaya otoriter atau memerintah. Hal ini akan membuat anak semakin susah diatur dan sulit untuk mengekspresikan perasaannya.

1. Pahami Keinginan Anak

Daripada menuduh anak yang tidak jelas, sebaiknya kita tanyakan apa keinginannya. Biarkan anak belajar bercerita, ini juga sebagai salah satu bentuk komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.

Pahami keinginan anak, kalau kita belum bisa penuhi atau bertentangan dengan aturan yang diterapkan, beri penjelasan pada anak kalau semua yang ia mau tidak bisa langsung ia dapat. Ini juga mengajarkan anak tentang penolakan. 

Anak laki-laki usia 3-4 tahun rasa ingin tahunya sangat tinggi. Anak sering ingin selalu membantu orang tuanya, tapi orang tua selalu melarang anak untuk membantunya katanya merepotkan dan malah jadi berantakan. Bukannya cepat selesai yang ada malah kerja dua kali karena harus membersihkan juga. 

Mengatasi anak susah diatur
Biarkan saja anak jika ingin membantu, justru bagus kan anak laki-laki membantu Bunda yang ingin memasak. Hal ini juga dilakukan Aqlan yang selalu ingin membantu setiap kali aku sedang memasak.

 "Sama Aqlan aja Mbun." Aku selalu membiarkan selama tidak bahaya. Lama-lama juga anak akan bosan dengan sendirinya. 


2. Buat Aturan yang Jelas

Jika Bunda ingin mendisiplinkan anak buat aturan yang jelas dan konsisten. Misalkan Bunda membuat aturan tidur siang jam 12, maka Bunda juga harus jelaskan kenapa menerapkan aturan seperti itu.

Beri penjelasan pada anak kalau siang hari waktunya istirahat. Jika terus bermain akan membuat anak kelelahan. Jika anak tetap berontak dan tetap ingin bermain di luar ruangan, coba tanyakan alasannya apa.

Coba sediakan pilihan lain. Biasanya anak senang diajak negosiasi. Tidak apa kalau tidak tidur siang asalkan sudah berada di dalam rumah untuk mengistirahatkan tubuh atau pilihan lain yang bisa disepakati bersama, sehingga anak tidak akan melawan. 


3. Tidak Mudah Melabeli Anak

Jangan mudah melabeli anak laki-laki dengan sebutan nakal, apalagi di depan banyak orang. Membuat orang lain akan memandang dengan hal yang sama. 

Perhatikan apa yang membuat anak merasa nakal. Apakah tidak mau mendengarkan orang tua atau membuat orang lain marah. Jika dia menjahili temannya, perhatikan apakah kebutuhannya sudah dipenuhi atau belum?


4. Berikan Kasih Sayang

Sudah pasti orang tua menyayangi anaknya. Tapi, seringkali orang tua terlalu sibuk untuk menunjukkan kasih sayangnya pada anak, sehingga anak merasa tidak dicintai dan disayang.

Kalau ke anak orang lain aja kita bisa baik, kenapa ke anak sendiri terasa asing? Tunjukkan cinta ke anak akan membuat anak juga merasakan hal yang sama.

Sehingga ketika dia akan berbuat nakal, ia ingat memiliki orang tua yang sayang dengannya dan tidak mau mengecewakannya. 

5. Ciptakan Komunikasi yang Baik

Banyak orang dewasa yang kesulitan berbicara dengan orang tuanya. Bisa jadi karena di masa kecil mereka tidak membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak. 

Sebagai orang tua kita bangun komunikasi yang baik dengan anak. Berbicara dengan anak tentu berbeda dengan bicara dengan orang dewasa. Harus lebih atraktif dan bersemangat saat menceritakan sesuatu. 

Orang tua bisa bangun komunikasi yang baik dengan cara membacakan dongeng untuk anak. Dengan membacakan buku, akan terbangun komunikasi dua arah karena anak akan bertanya apa yang ada pada buku dongeng tersebut. 


6. Beri Apresiasi

Beri apresiasi jika anak berhasil melakukan sesuatu atau punya keterampilan yang baru. Anak suka sekali bilang, "Lihat Bunda!" atau "Lihat aku Bunda!" untuk menunjukkan sesuatu yang ia miliki atau bisa. 

Jika anak sedang minta perhatian tersebut, kita juga tidak boleh abai atau cuek sama mereka. Meski sedang sibuk melakukan sesuatu, berhenti sebentar dan lihat apa yang ia tunjukkan. Sesekali apresiasi memberikan hadiah agar ia semangat. 

Tidak perlu mahal, membuat makanan yang ia sukai saja sudah membuatnya senang dan merasa diperhatikan. Anak laki-laki yang susah diatur bisa jadi karena ingin diperhatikan seperti ini, tapi karena kita sibuk kita cuek saja tanpa memedulikan perasaannya. 

Anak bukan hanya sedih, jadi semakin sulit diatur karena merasa tidak ada yang peduli. 


Kesimpulan

Ada beberapa alasan anak terlihat sulit diatur. Anak laki-laki yang sulit diatur biasanya karena keinginannya belum terpenuhi.

Pahami anak dan komunikasikan apa yang membuatnya sulit diatur dan sampai dapat label nakal dari sekitar. Semoga kita bisa lebih sabar membersamai anak yaa. 

Selanjutnya baca juga tentang Cara Mendidik Anak Laki-laki Remaja Menurut Islam





Referensi:

  1. Tak Perlu Tarik Urat, Ini 10 Cara Mendidik Anak yang Keras Kepala - https://hellosehat.com/parenting/anak-6-sampai-9-tahun/perkembangan-anak/cara-mendidik-anak-yang-keras-kepala/
  2. Cara Bijak Mendidik Anak yang Susah Diatur - https://bebeclub.co.id/artikel/tumbuh-kembang/2-tahun/mengatasi-anak-susah-diatur
  3. Si Kecil Susah Dibilangin? Daripada Membentak, Lakukan Ini - https://www.guesehat.com/cara-mengatasi-anak-susah-dibilangin


Tips Temukan Peluang Karir dari Ngeblog

Tips Temukan Peluang Karir dari Ngeblog

Tips sukses ngeblog


Unlock Your Potential: Transform your Blogging Passion Become a Professional Digital Career.” - PutriSB
Alhamdulillah sebelumnya aku juga mengikuti webinar tentang SEO Checklist dari BRT yang aku tuliskan juga di blog, hari Sabtu lalu aku kembali mengikuti webinar dari BRT yang tak kalah serunya.

Cerita perjalanan switch career yang dilalui Kak Putri membuatku sangat tertampar kalau ngeblog ini butuh konsisten, ketekunan dan tekad yang kuat. Senang sekali Kak Putri membagikan kisah dan tipsnya bagaimana bisa bekerja di dunia digital.

Melihat ke diri sendiri, kok usahanya belum maksimal seperti Kak Putri. Effort-nya masih kurang, dan mind mapping-nya belum jelas. Masih banyak PR untuk belajar blog dan teknik SEO. 

Seperti yang kita tahu kalau dunia digital sekarang ini sedang berkembang. Sudah nggak ada alasan lagi susah cari kerja, karena peluang pekerjaan ada di depan mata bahkan ada di smartphone yang kita miliki. 

Cuman modal kuota dan laptop yang memadai aja sudah bisa menjemput rezeki di dunia digital.
Apalagi profesi Blogger yang bisa berkarir di mana saja. Kalau kamu ngerasa menulis adalah passion kamu, coba simak perjalanan kak Putri sampai akhir ya. Beliau juga membagikan tips bagaimana ia bisa fokus switch career dengan posisinya sekarang. 


Perjalanan Karir Kak Putri 

Kak Putri mengawali karir sebagai seorang Blogger yang titik awalnya belajar di BRT. Dulu cari kelas yang pengen belajar ngeblog susah, beda seperti sekarang kita bisa belajar ngeblog di mana saja.

Hal ini juga sama aku alami ketika zaman dulu masih menggunakan modem, akses internet tidak seperti sekarang, cari komunitas ngeblog kok susah banget. Beruntung ketemu BRT yang bisa belajar banyak hal.
"Blogger tidak cuman menulis, tetapi lebih kompleks dari itu, ada banyak kesempatan ketika kita memutuskan untuk jadi Blogger."- Kak Putri SB

Aku setuju banget dengan statement kak Putri, pasalnya banyak juga di sekitarku yang memandang kalau Blogger cuman bisa nulis. Heyyy, nulis juga nggak gampang kaleeee. Gemes deh, pengen tak hiiiihhh.

Mereka nggak tahu aja kalau ngeblog juga perlu teknik yang rumit, bahkan sampai harus rela begadang. Kenapa sampai begadang? Ya, karena siang hari aku fokus untuk mengurus anak dan rumah, sedangkan belajar teknik butuh fokus yang khusus karena tidak bisa disambi dengan kegiatan lain.

Blogger juga berbeda latar belakang, ada yang ibu rumah tangga, dosen, karyawan, dan lain-lain. Meskipun full time blogger, tetap harus butuh fokus untuk belajar teknik SEO.

Belum puas belajar kelas ngeblog, kak Putri semakin penasaran karena melihat temannya yang sukses ngeblog dengan tampilan blog yang menarik.

Pokoknya kesempatan itu berlaku untuk siapa saja, tidak memandang latarbelakang dan pendidikan, tergantung bagaimana kita menggunakan kesempatan itu untuk masa depan.

Belajar teknik SEO


Kak Putri berhasil membuktikan kalau perjalanannya sebagai Blogger membawanya ke dalam potensi yang lebih baik dengan ilmu yang diperjuangkannya dengan tekad yang kuat.

“Buat apa kamu nulis kalau nggak ada yang baca?” Kalimat yang berasal dari obrolan teman Kak Putri membawanya untuk terus bertumbuh menggapai karir.

Saat itu Kak Putri belum tahu SEO sama sekali. Tapi, kak Putri tidak menyerah dan berpuas diri hanya sampai memiliki blog, ia ingin terus bertumbuh bersama blog.

Kak Putri meyakini jika dia sudah membuat keputusan, dia akan melakukannya hingga totalitas. Bahkan sampai jam 3 pagi baru selesai belajar.

Perjuangannya membuahkan hasil, dari situ banyak job mulai berdatangan. Namun, lagi-lagi kak Putri tidak berpuas diri cukup sampai mendapatkan job saja. Ia terus belajar hingga menemukan platform yang kini menjadi pengajar di platform tersebut berkat ketekunannya.

Cara mengembangkan Karir ala Kak Putri

1. Portofolio

Apa yang kita lakukan dicatat untuk menjadi portofolio. Sambil di evaluasi mana saja yang harus dipelajari lebih lanjut lagi. Portofolio ini bisa kita tampilkan juga di LinkedIn.

2. Komunikasi

Skill bahasa Inggris ini penting sekali. Karena banyak juga job yang menggunakan bahasa inggris. 

Komunikasi dengan teman juga harus diperhatikan, ada etikanya. 

3. Kemampuan 

Selama ngeblog, kemampuan apa yang sudah kita peroleh dan jangan pernah nyerah untuk meningkatkannya. Dari belajar ngeblog, hingga SEO artinya kemampuannya terus bertumbuh dan belajar tidak cukup puas dengan blog saja.

4. Pendidikan

Kita memang ada di negara dengan formalitas pendidikan. Memang bukan yang terpenting dengan pendidikan yang baik akan bantu menunjang karir ke depan. Misalkan dengan mengikuti pelatihan.

Bagaimana Cara kak Putri Tingkatkan Kemampuan?

Tips temukan potensi diri

1. Fast learning

Belajar bukan hanya untuk orang yang cerdas, tapi untuk orang yang punya kemauan. Pelajari yang perlu di pelajari, tidak semua materi harus dipelajari saat itu juga. 

2. Jangan Pernah Nyerah

Tentu nggak selalu belajarnya mulus, terkadang ada rintangannya seperti web atau postingan yang error, jangan pernah menyerah untuk hal-hal seperti itu.

Justru dari kegagalan kita bisa belajar banyak hal. Kegagalan membuka peluang yang lain.

3. Networking

Menjaga pertemanan dengan baik, seperti saling sharing ilmu dan selama di kelas selalu aktif bertanya. 

Selalu baik sama orang dan menyimpan kontaknya karena kita tidak pernah tahu suatu saat akan membutuhkan sesuatu.

4. Management Skill

Bagaimana kita ngurus anak, kerjaan rumah dan cukup waktu utuk produktif. Dengan management skill yang baik, tugas akan selesai dengan baik pula. Belajarnya jadi nggak ngos-ngosan.

5. Self Control

Bagaimana kita bisa mengontrol diri kita dari angin yang kencang. Pasti banyak tekanan dari luar, dan kita harus bisa mengontrolnya agar tidak terpengaruh. 

6. Adaptasi

Kemampuan adaptasi juga sangat penting, jika terbiasa kerja di kantor menjadi sulit untuk  kerja di rumah. Begitu sebaliknya kita harus bisa adaptasi di mana pun kita bekerja.


7. Never Ending Optimize Your Self

Setting goal, harus tahu dulu tujuannya apa jadi Blogger. Ketika orang cuman belajar sedikit, kita lebih banyak. Bersaing dengan diri sendiri dulu, baru bisa bersaing dengan orang lain.

Lakukan yang terbaik, kita sudah punya ilmunya dan jangan pernah seadanya. Selalu yakin semesta akan berikan yang terbaik.

Evaluasi yang objektif, evaluasi 1 tahun sudah bisa apa saja, yang berhasil dan gagalnya. Perbaiki dari sisi objektif, bukan perasaan. Tidak menyalahkan orang lain kalau gagal.


Kesimpulan

Fokus adalah hal utama dalam belajar. Jauhkan diri dari hal yang bisa buat distraksi. Jika yang membuat distraksi adalah media sosial, sebaiknya matikan dulu saat sedang belajar.

Buat mind mapping yang jelas dan tetap prioritaskan skala prioritas. Bismillah para Blogger juga bisa seperti Kak Putri asal ada kemauan dan rajin.

Apakah kamu juga sudah buat mind mapping seperti Kak Putri? Yuk sharing di kolom komentar ya!





ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe