Trading dan Investasi

ad1

Zona Dewasa

Kenali Tanda-tanda Anak Siap Toilet Training


Tanda anak siap toilet training
Melatih anak toilet training memang butuh waktu dan kesiapan dari anak. Kita tidak boleh memaksa dan terburu-buru mengajarkannya. Memaksa anak harus sudah bisa buang air kecil sendiri di usia 2 tahun membuatnya stres dan justru malah tidak mau buang air kecil sendiri.

Proses toilet training menjadi tantangan bagi orang tua dalam proses tumbuh kembangnya. Butuh ketelatenan dan kesabaran karena anak belum tentu siap. Apa saja sih tandanya kalau anak sudah siap dan cara kita melatihnya agar anak bisa siap tanpa merasa terpaksa? Yuk, simak sampai akhir ya.


3 Tanda Kesiapan Anak Toilet Training

Kesiapan anak tidak bisa dilihat dari satu aspek saja. Psikolog anak Belinda Gustya membaginya kedalam 3 aspek. 

Kita lihat kesiapan fisik, perilaku dan kognitifnya. Jika dirasa sudah siap, baru bisa memulai toilet training. Bunda bisa membantunya secara pelan-pelan. Jangan terburu-buru ya, Bunda!

Kesiapan Fisik

1. Buang Air Kecil (BAK) yang Banyak Dalam Satu Waktu

Kalau anak sudah siap, biasanya sudah mulai berkurang air kecilnya. Soalnya di usia 2 tahun anak sudah mulai berkurang minum ASI atau susu formula, sehingga cairan yang dikeluarkan juga lebih sedikit karena lebih banyak minum air putih setelah makan.

Setelah buang air kecil di pagi hari setelah bangun, biasanya anak akan mulai buang air kecil lagi saat setengah hari tergantung jumlah air yang anak minum. Jika minumnya banyak, maka jumlah yang dikeluarkan juga lebih cepat dan banyak. 

Kalau jarang minum, buang air kecil bisa menjelang sore tetapi yang dikeluarkan banyak sehingga buang air kecil banyak dalam satu waktu. 

2. Pampers Kering Lebih Dari 2 Jam

Jika anak masih menggunakan pampers, biasanya masih kering dalam jangka waktu yang lama dari biasanya. Tidak seperti saat Newborn yang mungkin bis ganti Pampers selama 3-5 jam sekali. 

Tandanya anak sudah mulai bisa ajarkan toilet training. Jika sudah jarang BAK lebih baik perlahan tidakpakai Pampers lagi. Dimulai perlahan dari lepas siang hari saja, dilanjut malam saja. Kemudian, sama sekali tidak pakai pampers. Hanya bepergian saja mulai pakai pampers.

3. Tidak Buang Air Setelah Tidur

Jika biasanya anak akan mengompol saat bangun tidur, namun ini tidak mengompol. Kalaupun masih BAK, sangat jarang sekali. 

4. Tidak BAB di Malam Hari

Anak sudah mulai jarang BAB di malam hari. Jika biasanya si kecil BAB lebih seeing, jika sudah siap salam satu hari hanya 1-2 kali. 

Kalau sudah siap toilet training malah sehari satu kali seperti orang dewasa pada umumnya. Sekarang Aqlan sangat makan nasi, jadi kadang sekali BAB bis banyak atau bisa dua kali tergantung apa yang ia makan.

5. BAB Sudah Bisa Diprediksi

Jika si kecil suda siap toilet training, kapan waktu BAB sudah bisa prediksi. Anak yang makan banyak, bisa kita prediksi kapan ia akan BAB. Kalau anak sedang tidak nafsu makan, juga kita bisa prediksi kapan ia akan BAB.

Kesiapan Perilaku

Fisik, perilaku, kognitif

1. Tidak Nyaman Jika Pempersnya Basah

Anak menunjukkan perilaku tidak nyaman jika Pempersnya basah. Biasanya anak akan minta diganti Pempersnya, menunjuk ke arah pempers karena merasa tidak nyaman.

Berarti anak sudah mulai bisa lepas pempers dan kita kenalkan toilet training. 

2. Menunjukkan Rasa Ingin Buang Air Kecil

Anak sudah ada rasa mengelola BAK. Sudah ada keinginan untuk BAK dan mengatakannya pada Bunda.

Jika kebelet ingin BAK, anak akan memegangi celananya karena sudah tidak tahan ingin BAK. 

3. Sudah Bisa Menurunkan Celana dan Menaikkannya

Anak sudah bisa menurunkan celana jika ia ingin BAK. Entah itu mau BAB atau mandi, dia sudah punya keterampilan baru menurunkan celana.

Berkembangnya perilaku anak 2 tahun, bantu ia menyiapkan toilet training. 

4. Merasa Nyaman Duduk di Toilet

Melatih anak mendudukkan di toilet saat BAB dan anak terlihat nyaman tidak memberontak, berarti anak sudah siap kita ajarkan toilet training lebih dalam.

5. Senang Jika Memiliki Keterampilan Baru

Setiap tumbuh kembang anak, selalu saja ada hak baru yang ditunjukkan oleh anak.. keterampilan barunya setiap hari semakin meningkat. 

Anak sudah siap toilet training jika selalu menunjukkan keterampilan barunya. 

6. Menyiram BAB

Anak selalu punya keinginan untuk menyiram toilet. Aqlan termasuk yang suka melakukan ini sampai ia sudah bicara dengan jelas, "Sama Aqlan Mbun suramnya."

Kesiapan Kognitif

1. Sudah Paham Intruksi Orang Tua

Beda dengan kesiapan fisik anak, dari segi kognitif anak sudah paham apa yang orang tua instruksikan. Misalkan akus slalu bilang, "Aqlan kalau mau pipis atau pup bilang ya."

Dengan terbiasa sounding seperti itu, lama-lama Aqlan selalu bilang kalau mau pipis sebelum terjadi yang tadinya bilang pipis saat sudah terjadi. 

2. Sudah Bisa Bilang Ingin BAK

Saat anak sudah bisa bilang ingin BAK tandanya anak sudah siap kita latih toilet training. Sebelumnya aku selalu menanyakan, "Aqlan mau pipis?" setiap 2 jam sekali sampai anaknya kesal sendiri, hehe.

Anak nyaman di toilet

Tidak perlu sering bertanya dan tidak usah khawatir ya Bun. Kurangi overthingking karena biasanya perasan gelisah kita akan sampai ke anak. Itu yang aku alami, sehingga anaknya malah jadi kesal. Santai saja, toh kalau ngompol juga gapapa toh? Kalau basah ya tinggal di lap.

Awal melatih toilet training, selain cape nyuci baju, cape juga nyuci lantai karena anak bilang pipis saat sudah terjadi. Jadinya kita harus sering mengepel lantai juga. 

Tips dari aku, selalu sediakan lap kain khusus untuk mengelap air pipis. Kalau sudah sore baru kita pel lagi seluruh ruangan agar kita juga bis menjaga kesucian. 

3. Memilih Kata yang Nyaman Anak Gunakan Seperti Pipis atau Pup

Gunakan kalimat yang nyaman dan mudah disebut anak untuk menunjukkan dia ingin BAK dan BAB. Kata yang paling familiar biasanya pipis dan pup.

Kata yang mudah diucapkan membantu anak menyampaikan keinginannya dengan mudah. Tidak sulit sehingga bisa tercapai tujuan dari toilet training ini.

Kesimpulan 

Melatih toilet training anak penting sekali untuk melihat tanda-tandanya. Meski nanti anak juga bisa sendiri, tapi akan lebih mudah prosesnya jika kita mengenali tandanya.

Jangan bandingkan dengan anak lain jika prosesnya lebih cepat. Saat tetangga perempuan yang sebaya sudah bisa mandiri BAK, namun Aqlan masih mengompol dan bilang pipis saat sudah terjadi.

Tetap tenang dan katakan pada anak "Tidak apa-apa kan masih belajar." Tahu tidak Bun, kadang anak juga merasa kecewa jika masih BAK di celana. Aku melihat saat itu Aqlan juga ingin bisa segera mandiri. 

Di usia menjelang tahun baru bisa BAK mandiri dan bilang pipis sebelum terjadi, meski ke kamar mandinya ingin selalu aku antar. Semangat ya Bunda mengenali Tanda-tanda kesiapan anak. Jika kesiapan fisik sudah terlihat namun kognitifnya belum, tidak perlu terburu-buru ya! Yakin saja, kalau anak juga ingin mandiri dengan segera.

Selanjutnya baca juga Cara Melatih Kesiapan Toilet Training pada Anak.



Referensi:
  1. 8 Tanda Anak Siap Toilet Training, Bunda Perlu Tahu oleh Melly Febrida - https://www.haibunda.com/parenting/20200811160851-60-156321/8-tanda-anak-siap-toilet-training-bunda-perlu-tahu
  2. Toilet Training: Tahap Penting Anak Siap Hidup Mandiri - https://mayapadahospital.com/news/toilet-training-tahap-penting-anak-siap-hidup-mandiri

Tidak ada komentar :

Posting Komentar

Leave A Comment...

ad2

Iklan Gratis

Peluang Bisnis

Berita Terkini

Chord dan Lirik

Tempo Doeloe