Trading dan Investasi
ad1
Zona Dewasa
Perkembangan Anak 3 Tahun. Orang Tua Perlu Tahu!
Hal sederhana yang selalu aku
syukuri adalah aku bisa menemani perkembangan dan tumbuh kembang anakku setiap
hari. Rasanya senang campur haru setiap kali ada saja hal baru yang ia kuasai
atau kemampuan baru yang ia tunjukkan.
Usia anak 3 tahun cenderung lebih
mandiri dari usia sebelumnya. Mereka senang melakukan sesuatu dengan
mandiri tanpa bantuan orang tua. Ini terjadi juga kepada Aqlan yang tidak
mau dibantu olehku saat aku dengan sigap ingin membantunya, khawatir akan terjadi bahaya jika tidak dibantu.
Namun, Mama sering juga mengingatkan aku bahwa “jangan terlalu percaya sama anak kecil”, maksudnya meski tidak ingin dibantu kita harus tetap mengawasi jika terjadi sesuatu. Aku setuju jika anak harus tetap kita awasi mesti tidak kita bantu.
Sebaliknya,
aku justru malah percayakan pada Aqlan. Aku bukan orang tua dengan tipe strict parents dengan pola otoriter, aku membiarkan anak
untuk selalu mencoba hal yang baru. Selama bukan hal-hal yang sifatnya prinsip,
tak mengapa dia untuk eksplore banyak hal.
Tidak ingin seperti aku yang banyak dilarang waktu kecil, sehingga aku menjadi takut untuk melakukan sesuatu. Percaya padanya akan lebih membuat dia percaya diri untuk mencobanya. Alhasil, kemampuan anak usia 3-4 tahun ini sudah banyak yang Aqlan tunjukkan.
Perkembangan Kognitif Anak Usia 3 Tahun
Kemampuan anak usia 3-4 tahun semakin pintar
dan menunjukkan rasa ingin tahu yang tinggi. Tugas kita untuk menstimulasinya agar
bisa tumbuh dengan optimal termasuk perkembangan kognitifnya.
Perkembangan kognitif anak usia 3 tahun ini berhubungan
dengan proses belajar anak, kemampuan berpikir, menganalisis sesuatu hingga
menyelesaikan masalah. Perkembangan yang berhubungan dengan otak ini perlu di
simulasi untuk membuatnya menjadi lebih fokus.
Dilansir dari aplikasi the Asianparents yang aku gunakan semenjak masa kehamilan, kemampuan kognitif anak usia 3 tahun yaitu, sudah bia menghitung 1-10.
Senang sekali saat tahu Aqlan sudah bisa berhitung sampai 10. Meski dalam keseharian yang sering dia ulangi adalah 1, 2, 3 dan 4. Sudah paham juga bahasa Inggrisnya 1-10.
Mampu memberi tahu kapan ingin ke kamar mandi. Meski kadang kebelet, tapi Aqlan sudah bisa membedakan kapan ingin buang air dan tidak.
Aku malah yang lebih khawatir dan terus menanyakan Aqlan kapan ingin buang air kecil.
Saat mudik dan pergi ke Banten, aku menawarkan Aqlan untuk menggunakan pempers saja, khawatir tidak menemukan toilet di jalan. Ternyata Aqlan menolak menggunakannya. Betul saja, di jalan Aqlan tidak ingin buang air kecil, dia bilang sendiri ingin buang air kecil saat sudah tiba.
Memberikan pilihan dan kepercayaan pada anak salah satu cara aku juga untuk membentuk karakter pemimpin pada anak. Bukan karena Aqlan anak laki-laki, namun karakter pemimpin menurutku penting agar ia bisa mengambil keputusan.
Selain itu, kemampuan usia anak 3-4 tahun mampu mengingat bagian-bagian yang ada di buku ceritanya. Relate sekali sama Aqlan yang ingin dibacakan buku cerita anak, katanya “mau baca buku es buah” karena di sana ada gambar es buah yang selalu Aqlan ingat. Makanan melulu ya yang diingat, wkwkwk.
Perkembangan Sosial Emosi Anak 3 Tahun
Kemampuan anak usia 3-4 tahun juga
bisa kita lihat dengan perkembangan sosial emosinya. Perkembangan sosial dan emosi ini berhubungan dengan orang lain dan bagaimana ia bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Dilansir dari Hello Sehat, fase perkembangan anak 3 tahun ialah anak sudah bisa menyebut nama teman-temannya. Hal yang dilakukan Aqlan ketika melihat teman-temannya yang lewat depan rumah.
Ia akan memanggil nama temannya dan mengajaknya bermain. "Sini Fajar...main sama Aqlan." Sudah hafal mana yang namanya Caca dan mana yang namanya Fajar, hehe.
Sudah bisa mencuci tangan sendiri dan melepas baju sendiri. Usia golden age ini saatnya kita sudah mulai mendisiplinkan anak agar menjadi suatu habit yang baik.
Aqlan selalu aku biasakan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah makan di westafel. Tidak ingin ditemani, maunya cuci sendiri. Caranya dengan menarik kursi, naik ke atasnya lalu membuka kran di westafel.
Bikin deg-degan naik-naik kursi, tapi membuat dia jadi terbiasa dan sekarang aku sudah tidak deg-degan lagi kalau dia ingin cuci tangan. Ketika akan makan, aku selalu ingatkan, "Cuci tangan dulu ya." Dengan segera Aqlan pergi ke dapur dan cuci tangan sendiri.
Kalau menggunakan baju Aqlan belum bisa, tapi kalau buka celana sudah bisa. Pandai memilih baju apa yang ia mau kenakan. Kalau sehabis mandi, tiba-tiba dia
mengambil baju di lemarinya dan mengambil baju beko kesayanganya. “Tidak mau pakai baju yang ini Mbun, mau pakai baju beko."
Seketika menarik baju dan mengambilnya.
Berantakan? Ya jelas dong, lah asal narik aja kaya Ayahnya, ehhh hehe.
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3 Tahun
Perkembangan bahasa anak suai 3-4 tahun banyak kosa kata baru dan bicaranya sudah lebih jelas daripada sebelumnya.
Perkembangan bahasanya sudah bisa diajak komunikasi dua arah. Senang sekali dan gemas anak yang kita kandung, sekarang sudah bisa diajak ngobrol berdua.
Aku sering mengajak ngobrol Aqlan tentang cara berkenalan seperti, "Hai, nama kamu siapa? Kamu tinggal di mana? Usia kamu berapa?"
Lucunya Aqlan menjawab dengan tepat. Dia juga menjawab polos saat aku bertanya, "Siapa nama Ibu kamu?" Dia bilang, "Mbun", wkwkwk.
Aku jelaskan lagi nama Ayah dan Mbun itu siapa. Dia hanya mengangguk seolah mengerti nama Ayah dan Ibunya, namun tetap saja kembali memanggil Ayah dan Mbun, hehe.
Kemampuan usia anak 3-4 tahun yang lain ialah sudah bisa menyebut benda-benda umum dan mengetahui jenis kelamin.Kesimpulan
Referensi:
https://hellosehat.com/parenting/anak-1-sampai-5-tahun/tumbuh-kembang-balita/perkembangan-anak-usia-3-tahun/. Diakses pada tanggal 21 April 2024.
https://www.nutriclub.co.id/artikel/stimulasi/3-tahun-atas/usia-anak-3-tahun. Diakses pada tanggal 21 April 2024.
https://sigap.tanotofoundation.org/inilah-perkembangan-bahasa-anak-usia-3-4-tahun/. Diakses pada tanggal 21 April 2024



Tidak ada komentar :
Posting Komentar
Leave A Comment...